TAMAN SOEKASADA UJUNG KARANGASEM

Mei 27, 2017


Taman Soekasada yang sekarang dikenal dengan nama Taman Ujung dibangun oleh raja Karangasem I Gusti Bagus Jelantik, yang bergelar Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem. Taman Ujung dibangun pada tahun 1901 dengan nama Kolam Dirah, artinya kolam tempat pembuangan bagi orang yang menguasai ilmu hitam. Kemudian pada tahun 1909, Raja Karangasem memerintahkan seorang arsitektur Belanda bernama Van Den Hentz dan arsitektur orang Tiongkok bernama Loto Ang untuk mengembangkan Kolam Dirah menjadi tempat peristirahatan Raja Karangasem. Pembangunan Taman Ujung ini juga melibatkan Undagi (Arsitek Bali). Taman Ujung selesai dibangun pada tahun 1921 dan diresmikan dalam sebuah Prasasti yang berbahan Marmer yang bertuliskan naskah dalam aksara Latin dan Bali pada tahun 1937. Kemegahan Taman Ujung sempat rusak akibat meletusnya Gunung Agung tahun 1963, yang kemudian diperparah dengan gempa bumi di tahun 1979. Namun, penyelamatan dan revitalisasi telah membawa Taman Ujung kembali ke masa kejayaannya. Oleh karena istana air ini merupakan salah satu warisan budaya di Kabupaten Karangasem, maka pemerintah menetapkan Taman Ujung sebagai objek wisata budaya.
Canon EOS 700D | 1/2000 sec. | f/5 | ISO-400

Gambar di atas memperlihatkan pintu gerbang pertama menuju Taman Soekasada Ujung. Arsitektur perpaduan antara Eropa dan Asia membuat gerbang masuk utama Taman Soekasada Ujung begitu megah selayaknya "benteng" pertahanan pada zaman kolonial. Tak dipungkiri pula banyak wisatawan yang berfoto dengan latar belakang gerbang yang berisikan nama TAMAN SOEKASADA untuk memperlihatakan tempat yang mereka kunjungi. Hal tersebut secara tidak langsung mempromosikan keberadaan Taman Soekasada Ujung ini ke halayak umum untuk dikonsumsi sebagai tempat wisata sejarah dan budaya yang terdapat didalamnya.

Canon EOS 60D | 1/8000 sec. | f/9.5 | ISO-2500

Ketika memasuki kawasan Taman Soekasada Ujung dari sisi Timur, tentu pertama kita sebagai wisatawan akan membayar karcis masuk untuk bisa menikmati keindahan Taman Soekasada Ujung. Setelah itu, kita akan disuguhkan dengan pemandangan area Taman Soekasada Ujung seperti gambar diatas. Perpaduan antara arsitek Eropa dan Undagi membuat bangunan ini terlihat seperti "Raisa" yang cantik dan indah ketika kita dekati serta taman-taman yang selalu mendampingi untuk menambah keindahan bangunan yang berdiri kokoh sampai saat ini yang diberi nama "Istana Gantung”. Pemberian nama Istana Gantung dikarenakan bangunan ini terlihat seperti menggantung. Tempat ini dulunya digunakan sebagai tempat peristirahatan raja dan tempat semedi bagi raja Karangsem saat itu yang membuat bangunan ini masih begitu sakral yang didalamnya terdapat tempat tidur yang digunakan sebagai meditasi raja Karangasem dulunya. 

Di depan kolam juga terdapat wahana air yang diperuntukan untuk wisatawan yang berkeingian untuk menjelajahi Kolam Dirah. Wisatawan cukup mebayar karcis untuk menunggangi bebek tak berkaki yang siap mengantarkan mereka untuk menikmati pemandangan Taman Soekasada Ujung dari tengah-tengah kolam. Selain itu, wisatawan juga bisa melihat serta memberi makan ikan yang begitu melimpah di kolam tersebut.

Canon EOS 60D | 1/500 sec. | f/19 | ISO-3200

Selain wahana air wisatawan juga bisa melihat beraneka ragam bunga yang berada di Taman Soekasada Ujung yang menambah keindahan dan kecantikan yang disuguhkan Taman Soekasada Ujung seperti yang terlihat dibawah seakan bunga ini sebagai penyambut kita sebagai Wisatawan saat melihat bangunan yang terdapat di Taman Soekasada Ujung.

Canon EOS 700D | 1/320 sec. | f/3.5 | ISO-200

Bunga-bunga nan indah ini tumbuh diarea sisi kiri dan kanan jalan setapak yang berbatu sikat yang menambah pesona dari tempat ini. Jalan setapak yang bersih dan dihiasi berbagai pepohonan yang rindang membuat wisatawan akan betah untuk berlama-lama di Taman Soekasada Ujung ini.

Canon EOS 60D | 1/8000 sec. | f/3.5 | ISO-500

Seperti dibawah ini terlihat tanaman nan indah dan rindang selalu mendampingi jalan setapak yang ada di area Taman Soekasada Ujung, dengan hiasan lampu yang berjejer rapi selayaknya "taman kota" di tengah-tengah pedesaan.

Canon EOS 700D | 1/320 sec. | f/3.5 | ISO-200

Ketika wisatawan bersedia berjalan menusuri anak tangga yang menjulang ke atas maka wisatawan akan bisa menjumpai bangunan tanpa atap dan dinding yang disebut dengan bangunan "Balai Kapal" yang memiliki arsitektur ala Eropa.

 Canon EOS 60D | 1/3000 sec. | f/8 | ISO-400


Sesuai dengan namanya, Balai ini dulunya digunakan untuk melihat kapal penjajah yang berada di Selat Lombok. Dengan pantauan dari Balai ini membuat pesisir dari Desa Seraya terlihat dengan jelas, dengan panorama yang indah dengan hamparan laut dan bukit yang menjulang, sehingga tak heran tempat ini sebagai spot untuk berfoto bagi anak ABG zaman sekarang :)  

Canon EOS 60D | 1/500 sec. | f/6.7 | ISO-400 

Di balai ini bisanya juga wisatawan menyaksikan terbitnya sang surya dari ufuk timur dan tak heran juga dengan pemandangan dan bangunan bak kerajaan ini membuat Balai Kapal tak luput sebagai tempat Pre Wedding untuk pasangan yang mejalin hubungan ke jenjang pernikahan yang serasa bagaikan raja dan ratu yang sedang bermadu kasih :)

Canon EOS 60D | 1/350 sec. | f/6.7 | ISO-400


Tak kalah menakjubkan lagi dari atas Balai Kapal terlihat bentangan pantai yang merupakan ujung timur Pulau Bali dan perbukitan Desa Seraya serta bangunan-banguan Kerajaan Taman Soekasada Ujung yang begitu menghiasi mata, membuat kita merasakan indahnya ciptaan Tuhan yang tak terhingga. Perjalanan menaiki tangga untuk mencapai Balai Kapal ini serasa terbayarkan dengan pemandangan yang disuguhkan membuat mata tak mampu untuk berkedip.


Canon EOS 60D | 1/250 sec. | f/11 | ISO-640

Selain mata ini tak mau berkedip akan pamandangan yang disuguhkan, dari atas juga terdapat taman yang menawarkan aneka bunga yang indah dan menarik mata untuk mendekatinya. Background perbukitan menambah keindahan dari taman bunga ini selayaknya "bunga desa" yang menjadi primadona dikalangan kaum Adam. 


Tak kalah lagi dengan deretan tanaman yang sengaja disusun sedemikian rupa yang membentuk suatu kata dengan tulisan Taman Soekasada yang menandakan bahwa Taman Soekasada Ujung ini bersih dan indah dan terbebas dari polusi dengan tanaman yang hidup didalamnya.

 Canon EOS 60D | 1/350 sec. | f/8 | ISO-400


Kebersihan dan keindahan Taman Soekasada Ujung tidak terlepas dari peran si "Biru Muda" yaitu DKP (Dinas Kebersihan dan Pertamanan) Kab. Karangasem bak pahlawan yang selalu ada dengan dedikasi yang tinggi "membasmi" sampah dan menjaga keindahan Taman Soekasada Ujung.

Canon EOS 60D | 1/90 sec. | f/11 | ISO-640 

Tidak hanya membersihkan sampah tanaman yang berguguran DKP Karangasem juga rutin melakukan pemotongan rumput yang sudah tinggi di area Taman Soekasada Ujung untuk menambah daya tarik Wisatawan akan tata kelola yang baik dan kebersihan Taman Soekasada Ujung sehingaa Wisatawan tidak pernah bosan untuk terus berkunjung ke Taman nan bersih ini.

Canon EOS 700D | 1/160 sec. | f/3.5 | ISO-200

Selain menggunakan mesin seperti di atas untuk memotong rumput, tim DKP Karangasem juga menggunakan pemotongan rumput manual untuk memotong tanaman yang sudah saling berlomba menjulang ke atas agar kelihatan tertata dengan rapi di area objek wisata budaya dan sejarah Taman Soekasada Ujung.

Canon EOS 700D | 1/250 sec. | f/3.5 | ISO-200

Tidak berhenti disana, tim DKP juga membersihkan kolam yang berada di Taman Soekasada Ujung dengan menggunakan boat. Sampah dedaunan dan sampah plastik yang ada karena ulah wisatawan yang tidak bertanggung jawab akan keindahan taman yang terus terjaga. 

Sebenarnya, kita sebagai wisatawan harus ikut berperan dalam menjaga warisan budaya dan kerajaan Taman Soekasada Ujung agar tetap indah dan bersih karena itu bukan hanya tugas dari para pahlawan kebersihan, supaya nantinya taman yang kita cintai ini bisa terus membanggakan Karangasem pada khususnya bahkan Bali dan Indonesia pada umumnya. 

Canon EOS 700D | 1/200 sec. | f/3.5 | ISO-200 

Dengan kebersihan yang intens dilakukan oleh team DKP Karangasem membuat suasana Taman Soekasada Ujung selalu bersih dan tertat rapi, sehingga seperti dibawah banyak wisatawan lokal memanfaatkan kenyamanan dan keindahan itu untuk jooging sembari melihat pemandangan di sekelilingnya.

 Canon EOS 60D | 1/180 sec. | f/11 | ISO-640

Tidak hanya kebersihan yang intens membuat Taman Soekasada Ujung terkenal sampai saat ini namun dari bangunan-bangunan prasejarah Kerajaan Karangasem merupakan hal utama yang membuat wisatawan berkunjung ke tempat ini.

Pada zaman dahulu tepatnya pada zaman Hindia Belanda, Taman Soekasada Ujung ini dinamakan dengan Water Paleis yang airtinya adalah “Istana Air”. Mengapa pada masa Hindia Belanda tempat ini dinamakan Istana Air? Karena memang sebagian besar Taman Soekasada Ujung adalah kolam air yang indah. Seperti ditunjukkan pada gambar dibawah ini, bangunan yang terdapat ditengah-tengah kolam ini disebut dengan bangunan Balai Wantilan (Kambang) sesuai dengan yang tertulis pada batu yang ada dibawah tempat masuk ke Balai ini. Balai ini hanya memiliki satu jembatan untuk mengakses balai wantilan sehingga ketika akan keluar harus melewati jembatan yang sama.

 Canon EOS 60D | 1/3000 sec. | f/4 | ISO-500

Jembatan menuju Balai Wantilan (Kambang) sangat eksotis dikarenakan jembatan ini terlihat seperti jembatan ala Eropa dengan ukiran-ukiran yang menarik, menjulang tinggi dan rapi membentang ditengah kolam yang menghubungkan langsung dengan Balai Wantilan (Kambang) tempat Raja dulu melakukan pertemuan Kerajaan dan tempat melaksanakan proses penyelidikan atau mengadili suatu permasalahan.

  Canon EOS 60D | 1/8000 sec. | f/3.5 | ISO-400

Selain Balai Wantilan (Kambang) juga terdapat Balai Gili (Kambang) yang merupakan tempat Raja beristirahat dan sebagai tempat meditasi Raja serta "bersanda gurau" dengan keluarga Besar Kerajaan, sekarang tempat ini berisikan jejeran foto-foto Raja, bangunan dan keluarga Besar Kerajaan yang masih sampai saat ini tertata rapi di dalam bangunan Balai Gili (Kambang) dan juga ada satu kamar yang disucikan tidak boleh dimasuki oleh Wisatawan dikarenakan kamar tersebut merupakan tempat meditasi Raja pada zamannya.

Bangunan Balai Gili (Kambang) ini dihubungkan oleh jembatan dari selatan dan dari arah utara dengan Gapura disepanjang jembatan, bentuk Gapura Menuju Bale Gili (Kambang) terlihat menggunakan bentuk lengkung, seperti kubah Mesjid, hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh bentuk/langgam Eropa. Dikarenakan bangunan ini merupakan bangunan yang dibuat dari perpaduan atar arsitek Eropa dan undagi arsitek Bali.

Canon EOS 700D | 1/400 sec. | f/3.5 | ISO-200


Selain itu terdapat pula Balai Bundar yang berada di sebelah barat Balai Gili (Kambang). Sesuai dengan namanya, Balai Bundar ini berbentuk bundar dari tempat ini Wisatawan dapat melihat pemandangan dari ketinggian untuk melihat kolam dan Balai Gili (Kambang) yang berada dibawahnya selain itu bangunan ini dulunya merupakan tempat meditasi Raja Karangasem A.A. Anglurah Ketut Karangasem, di sela-sela kesibukan untuk mengurus pemerintahan Kerajaan.

 Canon EOS 60D | 1/1500 sec. | f/9.5 | ISO-4000 

Dari ketinggian, wisatawan bisa melihat secara keseluruhan objek wisata sejarah Taman Soekasada Ujung dengan menaiki tangga yang berada di sebelah Barat Balai Gili (Kambang). Mata wisatawan akan dipuaskan akan pemandangan laut di Selat Lombok, Perbukitan Seraya, dan tentunya Taman Soekasada Ujung itu sendiri.


Canon EOS 700D | 1/400 sec. | f/3.5 | ISO-200   

Pemandangan yang ditawarkan tidak hanya sebatas bangunan-bangunan, kolam, taman bunga dan lainnya namun terdapat juga berjejeran patung-patung yang menambah eksotika Taman Soekasada Ujung sebagai destinasti tempat liburan budaya dan sejarah yang berada di Ujung Timur Pulau Bali.

 Canon EOS 60D | 1/350 sec. | f/19 | ISO-4000

Selain patung-patung tersebut yang membuat indah mata dengan ukiran-ukiran Bali, Wisatawan juga dimanjakan dengan disediakannya tempat duduk untuk beristirahat dikala wisatawan merasa lelah mengelilingi indahnya Taman Soekasada Ujung. Di sini pula dengan berdiam diri wisatawan juga bisa melihat pemandangan Taman Soekasada Ujung yang tak kalah menarik dengan mengelilingi Taman Soekasada Ujung.


Selain fungsinya sebagai tempat istirahat, tempat ini juga diperuntukan untuk memberi makan ikan yang berada di kolam yang terdapat di Taman Soekasada Ujung. Wisatawan cukup merogoh kocek Rp 2.000,00 untuk membeli pakan ikan yang sudah tersedia di sebelah utara kolam Dirah serta wisatawan bisa dengan leluasa langsung melemparkan pakan ikan di kolam tersebut.

   Canon EOS 60D | 1/1500 sec. | f/3.5 | ISO-500


Ikan-ikan tersebut menyantap dengan lahap setiap pakan yang diberikan wisatawan (seperti terlihat dibawah). Pakan ikan yang sedikit tidak sebanding dengan jumlah ikan yang ada sehingga membuat ikan berlomba-lomba untuk bisa mendapatkan pakan dari para wisatawan. Dengan hal itu, wisatawan juga bisa melihat gempuran para ikan, sampai-sampai ikan yang berada disana seperti berterbangan diatas air dikarenakan ikan-ikan itu saling berebut untuk mendapatkan makanan.

Canon EOS 700D | 1/320 sec. | f/2.5 | ISO-400   


Tak kalah menarik  di kebun yang berada disebelah utara Balai Gili (Kambang) terdapat beberapa hewan yang sengaja dipelihara oleh pengelola Wisata sejarah dan budaya Taman Soekasada Ujung untuk menambah daya tarik dari para Wisatawan, seperti angsa, ayam jepang, ayam mutiara, dan lainnya. Seperti yang ditunjukkan dibawah ini merupakan salah satu hewan dari beberapa jenis hewan yang dipelihara di Taman Soekasada Ujung yaitu Ayam Mutiara, Ayam ini merupakan jenis ayam hias yang memiliki keindahan bulu yang melekat pada tubuhnya yang unik dan merupakan ayam yang berasal dari benua kulit hitam "Afrika".


    Canon EOS 60D | 1/350 sec. | f/4.5 | ISO-800

Di sebelah kiri dan kanan taman yang berisikan hewan-hewan peliharaan dan jalan setapak yang berada di Taman Soekasada Ujung dihiasi dengan berbagai bunga yang indah dan cantik yang menambah kesempurnaan dalam mengunjungi Taman Soekasada Ujung, yang menyebaban Wisatawan enggan untuk pulang jikalau sudah memasuki area sejarah dan budaya di Timur Pulau Bali ini.

   Canon EOS 700D | 1/200 sec. | f/3.5 | ISO-200

Dengan berbagai corak, jenis, dan warna yang berbeda, bunga tersebut bagaikan pelangi yang terlihat tanpa adanya biasan air. Oleh karena itu, tidak salah jika banyak yang mengabadikan jenis-jenis bunga yang berada di Taman ini dengan berfoto ria sembari melihat kumbang yang terus berkeliaran untuk hinggap di putik bungan nan indah, mengisyaratkan bunga itu berkata "kami ada disini untuk kalian :)".

Canon EOS 700D | 1/320 sec. | f/3.5 | ISO-200 

Semua hal yang berada di dalam Taman Soekasada Ujung seperti "surga" yang berada di belahan Bumi ini dengan semua yang ada, mulai dari bangunan, kolam, hewan, tumbuhan dan lainnya membuat mata tak terpejam dengan keindahan yang disuguhkan taman sejarah ini. Tak kalah juga diluar area Taman Soekasada Ujung wisatawan juga bisa membeli ikan segar dari tangkapan para nelayan yang ada di sekitar pesisir laut Seraya.

Canon EOS 700D | 1/1000 sec. | f/5 | ISO-400   

Dengan semua hal yang ada di Taman Soekasada Ujung ini tidak heran jika setiap hari ada saja yang mengunjungi wisata yang penuh dengan sejuta keindahan yang tak tertandingi. Semoga dengan hal tersebut juga diiringi dengan pelayanan dan kebersihan dari Taman Soekasada Ujung dan tentunya kesadaran dari berbagai pihak untuk menjaga warisan kerajaan Karangasem ini sehingga untuk kedepannya Taman ini terus bisa berkembang dan mengharumkan Karangasem, serta Bali dan Indonesia pada umumnya akan sejuta sejarah dan keindahan yang ditawarkan....

"Tan Hana Wang Swasta Nulus"
"Depang Anake Ngadanin"

SEMOGA BERMANFAAT ....!!! :)

You Might Also Like

0 komentar

Total Tayangan Halaman