EKS. PELABUHAN BULELENG
Mei 02, 2017
Eks
Pelabuhan Buleleng yang terletak di Kelurahan Kampung Bugis, Singaraja,
merupakan kawasan wisata bersejarah dengan panorama yang indah di
Jantung Kota Singaraja. Dengan objek wisata pantainya serta ombaknya
yang tenang, patut di masukkan dalam agenda wisata Anda.
Dahulu
Singaraja merupakan Ibu Kota Nusa Tenggara dan sebagai pusat pelayaran
yang sangat penting keberadaanya, maka dibuatlah dermaga yang besar yang
dikenal dengan nama Pelabuhan Buleleng. Namun, sekitar tahun 1950,
sejak pusat pemerintahan Provinsi Bali dipindahkan dari Bali Utara ke
Bali Selatan, kejayaan Pelabuhan Buleleng berangsur mulai menghilang dan
meninggalkan sejarah dimasa penjajahan Belanda.
Pemindahan
itu berdasarkan dibaginya Nusa Tenggara menjadi 3 Provinsi, membuat
Pelabuhan Buleleng menjadi kurang difungsikan. Apalagi saat pembangunan
Pelabuhan Celukan Bawang yang jaraknya kurang lebih 40 km arah Barat
Singaraja, Pelabuhan Buleleng semakin merosot.
Pelabuhan
Buleleng dulunya merupakan tempat bongkar muat barang dan persinggahan
kapal pesiar asing yang membawa wisatawan. Bangunan-bangunan tua yang
ada disekitar pelabuhan menjadi saksi bisu kejayaan Pelabuhan Buleleng.
Di
pelabuhan inilah juga menjadi saksi perjuangan rakyat Bali melawan
tentara NICA dari Belanda. Peristiwa penuruan dan perobekan bendera
merah putih oleh Belanda dan menggantikan menjadi bendarea merah putih
biru, juga sempat terjadi. Akibatnya menyulut kemarahan pemuda Buleleng
dan prajurit TKR (Tentara Keamanan Rakyat), dengan berusaha meraih lalu
merobek bendera merah putih biru itu dari tiangnya, dan hanya menyisakan
bendera merah putih untuk di naikkan kembali.
Sebagai
bukti peristiwa tersebut, pada tahun 1987 didirikanlah monumen bernama
Yudha Mandala Tama yang bermakna tempat perang yang utama, karena
ditempat inilah perang utama terjadi. Monumen dengan tinggi 12 meter
tersebut, berupa seorang pemuda kekar menunjuk ke arah lautan sambil
memegang bambu runcing dengan sang merah putih pada ujungnya. Ini
bermakna bahwa dia ingin memeberitahukan kepada kawan-kawan lainnya yang
berada di darat bahwa ada kapal Belanda yang berlabuh.
Di
sekitar Pelabuhan Buleleng terdapat sebuah bangunan bekas kantor
pelabuhan yang dibangun oleh Kolonial Belanda, bangunan tersebut masih
tampak berdiri kokoh dan artitekturnya masih terlihat asli. Di depan
gedung terdapat papan nama yang bertuliskan “Societiet Boleleng”. Di
sini juga terdapat bukti peninggalan Kolonial Belanda, tepatnya di
sebelah timur Eks Pelabuhan Buleleng yaitu berupa jembatan melengkung
yang menghubungkan antara Buleleng Timur dan Kota Singaraja.
Pelabuhan
Buleleng mulai ditata dengan menambahkan beberapa taman indah
berselimutkan hijaunya rerumputan dan juga pengecetan ulang, sekitar
tahun 2005. Kayu-kayu tua bekas dermaga telah diganti dengan restoran
terapung. Kini Pelabuhan Buleleng atau Eks Pelabuhan Buleleng
diamnfaatkan sebagai objek wisata sejarah dan pantainya yang tak kalah
menarik untuk dikunjungi.
Wisatawan
baik lokal maupun mancanegara bisa menikmati panorama objek wisata
Buleleng yang tak hanya menawarkan wisata sejarahnya namun juga wisata
keluarga di Kota Singaraja. Fasilitasnya juga lumayan memadai di kawasan
wisata Eks Pelabuhan Buleleng ini.
Canon EOS 70D | 1/15 sec. | f/22 | ISO-100
Gambar
diatas diambil pada pagi hari sekitar jam 06.00 wita yang
memperlihatkan bagaimana suasana dermaga Eks. Pelabuhan Buleleng sebelum
menjadi tempat wisatawan kuliner saat ini.
Canon EOS 70D | 1/100 sec. | f/1.8 | ISO-500
Gambar
ini juga diambil pada pagi hari sektar jam 06.30 yang memperlihatkan
suasana terowongan kayu yang berada di Eks. Pelabuhan Buleleng, yang
biasanya digunakan sebagai tempat nongkrong dan olahraga pagi ataupun sore oleh masyarakat sekitar.
Canon EOS 70D | 1/100 sec. | f/5.6 | ISO-500
Gambar
ini juga diambil pada pagi hari sektar jam 06.30 yang memperlihatkan
bagaimana Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kab. Buleleng sedang
membersihkan area Eks. Pelabuhan ini.
Canon EOS 70D | 1/100 sec. | f/5.6 | ISO-500
Diatas menunjukkan bagaimana kominten Pemerintah dalam memerangi sampah, dengan semangat pahlawan Eks. Pelabuhan Buleleng menciptakan suasana yang bersih dan selalu asri dalam setiap harinya.
Canon EOS 70D | 1/100 sec. | f/5.6 | ISO-100
Gambar
ini juga diambil pada pagi hari sektar jam 06.30 yang memperlihatkan
bagaimana suasana jembatan yang berada di Eks. Pelabuhan Buleleng yang
sangat indah dengan latar belakang terbitnya matahari di ufuk timur.
0 komentar