Dewasa
ini kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) tidak dapat terelakkan lagi.
Hal-hal yang dahulu bersifat
konvensional, kini sudah beralih menjadi serba digital. Sebagai contoh sederhana, lihat saja perkembangan alat yang kita gunakan untuk berkomunikasi. Dahulu, orang
- orang hanya bisa saling bertukar kabar dengan menuliskan surat, itu pun perlu
waktu hitungan hari untuk mendapatkan balasan. Berbeda halnya dengan alat
komunikasi saat ini, yang lebih dikenal dengan gadget. Komunikasi bisa dilakukan kapan pun dan dimana pun, bahkan
hanya dalam hitungan detik. Kehebatan sang gadget
pun mampu mendekatkan yang jauh dan merapatkan yang dekat. Tak heran jika anak mas “sosial media” menganggap
bahwa gadget bak Dewa yang selalu dipuja
sehingga tak mampu melepaskan diri darinya.
Sosial media juga menjadi
primadona bagi siapa saja yang pernah berhubungan dengannya,
baik untuk berkomunikasi maupun sebagai tempat untuk mencari informasi. Dengan
maraknya pemanfaatan sosial media, cyber crime
pun tak terelakkan. Tak sedikit oknum
yang tidak bertanggungjawab menggunakan sosial media untuk
menipu dan menyebarkan berita bohong (hoax) yang sangat
meresahkan, seperti yang sering terjadi belakangan ini. Lalu, bagaimanakah cara kita
menanggapinya?
Seharusnya sebagai genarasi
muda yang hidup di zaman milenial ini selayaknya “Arjuna Digital”,
kita bisa
mempertimbangkan mana yang benar dan mana yang salah. Apalagi kita sebagai arjunanya Agama Hindu yang kaya
akan nilai-nilai luhur. Kita harus bisa menyaring informasi yang ada agar bisa
mempertimbangkan mana yang pantas untuk disebarluaskan dan yang mana tidak
pantas untuk disebarluaskan. Selain itu kita sebagai generasi
muda hindu harus
mampu berperan aktif dalam bersosial media yang keberadaannya
sudah tidak bisa kita
tolak
lagi. Bagaimana
caranya?
Peran yang bisa diambil sebagai Arjuna Digital adalah ikut mengisi
konten-konten yang ada dalam sosial media entah itu dalam facebook, instagram, twitter, youtube, dan lainnya dengan hal-hal yang berbau positif. Misalnya, meng-upload berbagai konten yang topiknya tentang Agama Hindu seperti sejarah
perkembangan Agama Hindu, ajaran Agama Hindu, cara membuat banten, cerita mahabarata, mengaitkan kehidupan dengan ajaran Agama
Hindu dan masih banyak lagi hal lainnya. Tentunya hal yang mudah sebagai Arjuna
Digital untuk membuat “hindu hebat” pada nantinya.
Jangan sampai kita terus
menerima tanpa ada memberikan suatu manfaat karena yang kita terima pun belum tentu bermanfaat. Janganlah terus berbangga akan kemudahan yang kita
dapatkan sekarang karena itu merupakan tantangan apakah kita mampu memanfaatkan
dengan baik atau malah kalah dan pada akhirnya hanya menyalahkan keadaan. Mulai dari sekarang, berbenahlah! Kita isi sosial media dengan konten-konten ke-hindu-an agar semua orang tahu bahwa hindu itu keren, hindu itu hebat, hindu itu
dharma dan hindu itu milik kita semua.
Sebagai generasi penerus,
saat ini kita harus bisa memberikan
contoh kepada generasi lanjut usia ataupun generasi muda yang akan
melanjutkan perjuangan ini, bahwa kita bisa untuk meng-ajeg-kan hindu lewat cara kita masing-masing dan
tentunya sesuai dengan ajaran dharma. Semua orang layak untuk mengetahui bahwa anak muda hindu bisa memanfaatkan sosia media
dengan baik serta cerdas dalam bersosial media. Jangan sampai kita diberdayakan oleh sosial media itu sendiri, serta harapan bahwa Agama Hindu yang kita cintai ini bisa berjaya kembali
selayaknya pada zaman kerajaan dahulu, dan nantinya semua orang akan mengatakan saya
hindu, hindu hebat, hindu mulia, hindu dharma, hindu keren dan hindu selamanya.
uddhared ātmanātmānaḿ
nātmānam avasādayet
ātmaiva hy ātmano bandhur
ātmaiva ripur ātmanaḥ
Terjemahan
Setiap
orang hendaknya menyelamatkan Sang Dirinya melalui dirinya sendiri, dan
hendaknya ia tidak membuat dirinya merosot dalam kejatuhan. Oleh karena diri
sendiri adalah sahabat terbaik bagi Sang Diri dan diri sendiri adalah musuh
berbahaya bagi Sang Diri.
(Bhagavad Gita, BAB VI Sloka 5)
~Satyam Eva Jayate~
- Juni 18, 2018
- 0 Comments